“kenapa Allah selalu menolong di saat-saat akhir? karena saat itu kita sempurna merasa “tiada kekuatan lain, selain Allah!”
Bermimpilah! dan tuliskan. Mimpi-mimpi itu yang akan menjadi kekuatanmu. Kekuatan untuk mewujudkannya dan bertahan atas cibiran-cibiran orang lain.”
“Lalu aku makin bersalah, ketika teringat hampir seluruh waktuku tersita untuk mengerjakan tugas-tugas dunia. Sedangkan untuk Allah hanya kuberi waktu sisa. Entah apa yang akan kukatakan padaNya, jika sedetik kemudian Dia memanggilku.”
Berdekat-dekat dengan orang kecil mengajarkan kita untuk merendah dan banyak menolong, berdekat-dekat dengan orang besar mengajarkan kita untuk bercita-cita tinggi dan memaksimalkan potensi. Memang harus seimbang. Supaya kita jadi orang besar yang peduli dengan lingkungannya.
“Jangan beristirahat… kecuali di surga”
Ada yang bilang, “Jadilah engkau seperti tanda baca koma (,) tatkala ada kesedihan yang menghadang maka berhentilah sejenak, lalu lanjutkanlah kembali perjalananmu. Dan janganlah engkau seperti tanda titik (.) yang jika ada kesedihan yang menghadang lantas engkau berhenti total dan kau buyarkan cita-cita dan tujuanmu”
COPAS by. [tumblr.com]